MERANCANG TEAM BUILDING PROGRAM

team building program

Program team building yang sukses tentu menghasilkan produktifitas yang optimal pula. Kesuksesan program tentunya sangat bergantung pada kualitas seorang pemimpin sebagai pengawas dan pemilik kebijakan perusahaan/organisasi. Sebagai pengawas program dan pelaksanaannya, seorang pemimpin seharusnya memahami kebutuhan setiap anggota dan perusahaan/organisasi itu sendiri. Sehingga program team building yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan dan mampu mencapai target yang diinginkan.

 

Kesuksesan melaksanakan program berarti kualifikasi dan kualitas pemimpin dalam merealisasikan idealisme perusahaan/organisasi terbukti. Selain itu, kesuksesan program team building tentu berdampak secara langsung terhadap perilaku kerja setiap anggota. Perilaku kerja anggota yang produktif, efisien, efektif dan kontributif tentunya menjadi keinginan setiap pemimpin.

 

Melalui program team building itulah pemimpin dapat mewujudkan budaya kerja dengan etos kerja terbaik yang bisa diberikan setiap orang. Mulai dari perumusan, perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi adalah beberapa contoh proses yang harus dilalui pemimpin sebelum mengimplementasikan program team building di perusahaan/organisasi.

 

Program yang baik merupakan program yang dapat mengembangkan skill masing-masing individu maupun kolektif. Nah, berikut beberapa cara membuat program team building yang baik:



1. Target Program Team Building.

 

Target adalah hal pertama yang harus selalu dipikirkan dan ditentukan sebelum membuat mekanisme dan penjadwalan pelaksanaan program team building perusahaan/organisasi. Target program harus memiliki minimal kriteria : jelas (definitif), terukur secara kuantitatif dan kualitatif, dan cara pencapaian. Program team building yang mampu memperlihatkan langkah dalam realisasi target adalah program yang dapat dipertanggungjawabkan. Program sekaligus sebagai cerminan kualitas intelegensia dan determinasi pemimpin dalam mengambil kebijakan.

2. Pahami Kondisi.

 

Kejelian dan kecerdasan memahami kondisi yang ada akan menjaga pemimpin dari kegagalan program team building. Kemampuan untuk membaca situasi berdasar data kebutuhan perusahaan/organisasi mencerminkan sikap bijaksana pemimpin. Sebelum program team building dilakukan, seorang pemimpin harus memahami dengan benar kebutuhan yang akan dipenuhi melalui pelatihan. Sehingga pelatihan yang diadakan akan dapat melengkapi kekurangan dari kondisi yang ada. Kelengkapan data juga sebagai pembanding pemimpin dalam melihat perkembangan perusahaan/organisasi sebelum dan setelah program team building dilakukan. Memperoleh kelengkapan data harus dilakukan secara kontinyu, hal ini untuk menjaga kedinamisan dan informasi terkini. Sehingga perancangan dan perumusan program team building mampu memenuhi kebutuhan setiap periode kerja.

3. Jadwal Program Jelas.

 

Program team building yang terjadwal rapi dan tertata akan mudah diimplementasikan daripada rancangan program yang tidak terjadwal. Mekanisme jadwal waktu program ini pula yang akan menjaga pimpinan perusahaan/organisasi untuk senantiasa berada pada koridor dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Menjadwal hingga waktu terkecil dari program team building akan memberi gambaran jangka panjang bagi usaha perusahaan/organisasi dalam meraih target. Penjadwalan juga akan membantu setiap anggota perusahaan/organisasi untuk melakukan setiap aktivitas tepat waktu dan sasaran.

Namun demikian, pelaksanaan program team building yang dilakukan selayaknya mengacu pada komunitas/tim kerja-tim kerja yang dimiliki perusahaan/organisasi. Rancangan program yang baik harus mampu dilihat dari perspektif yang utuh. Bagaimanapun, program team building tidak boleh melupakan esensi asalnya, yakni mengikat kekuatan setiap individu dalam tim. Sebab kekokohan setiap tim yang akan membentuk kekokohan perusahaan/organisasi itu sendiri. 

 

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Outing Kantor dan Team Building, silahkan hubungi kami